Kisah nyata percintaan sedikit tentang hidupnya
Awalnya mengenal cinta? Pada saat masa-masa SMP berulang kali dia menjalin cinta, sebut saja namanya “juila” juila? Nama yang sangat indah.. telah banyak yang ia kenal cinta, sampai-sampai? Pacar pertamnya dia lupa, kisah di ketik pada saat dya tau cinta itu ?? selalu tersalahkan, selalu mengalah, terkekang dan terhianati, ntah apa yang pantas untuk si sebut?! Sebua kutukan?? Attau? Pengalaman..
Dia mengenal laki-laki ini pada saat juila telah mempunyai seorang kekasih yang bernama ABDI, saat itu masa-masa SMP? Pasti ingin mempunyai banyak kekasih, untuk saat itu?? Memikirkan bagaimana sakitnya orang??? Massaalh??!!  (masih labil).., suatu ketika sebut saja namanya Angya.. dya mendatangi rumah juila yang saat itu berstatus sebagai kekasih abdi, sampai sekarangpun  belum terkuak apakah angya itu tau bahwa juila dulu sedang berpacaran dengan Abdi, juila bercakap dengan angya,, malam itu? Malam puasa.. di tengah percakapan mereka tiba” abdi datang, juila lansung terkejut dan abdipun bebalik arah dan cepat-cepat berjalan, saat itu juila mengejarnya, tapi juila tak bisa menghentikan langkah abdi., penuturan juila,, saat itu dya mencintai abdi tapi ntah mengapa apakah itu khilaf , atau juila terlena oleh lelaki lain, juilapun kembali ke rumahnya dan menyambung percakapannya dengan angya,
Singkat cerita,, abdi putus dengan juila? Di sambutpun berpacarannya dengan angya,, awalnya sangatlah manis,,, malah lebih manis dari gulaJ. Selalu bersama dengan kesehariam ,karna? Angya mungkin adalah idaman setiap wanita, tata kerama yang baik, sopan, pendiam, supel, enak deh pokoknya,,
Penuturan juila katanya abdi sangat mencintainya, tapi masa bodoh untuk saat itu kata juila, angya dan juila selalu bersama sama saling akrab dengan keluarga satu sama lain, saling melengkapi dan berbagi kasih, tapi itu tak lama, setelah itu?? Juila di tinggal selingkuh oleg angya,, sakiitt… sangat sakitt, yang ia rasa angya lebh baik dari pada abdi ternyata semuanta terbalik seketika, setiap bertengkar selalu saja juila kalah, walau saat itu angya yang salah, angya bisa memutar balikan semuanya, keluarga juilapun selalu menyalahkan juila seandainya mereka bertikai, walau saat itu angya yang salah tapi dengan topeng kepolosan wajahnya, bisa membuat semua keluarga mendukung angya, mungkin itu suatu teguran untuk juila.
2 tahun setengah mereka menjalin cinta, tapi?? Itu sangatlah tidak nyaman bagi seorang juila, dia merasa sangat terkekang,, karena diA tidak boleh mengenal laki-laki lain apalagi menyimpah nomer handpone laki-laki., walaupun juila di SMS duluan oleh laki-laki pasti angyo akan marah besal kepada juila, juila sangat sedih,, dia merasa tak adil , selama 2 th setengah itu? Yang juila ketaui 7 kali dia di selingkuhi oleg angya, itupun yang ia sudah pegoki jelas-jelas tak tau yang belum mungkin berapa kali, saat itu juila sangat menyessal telah meninggalkan abdi, yang sudah benar-benar dia di idamkan.juila tak boleh salah sedikitpun, karna pasti angya kan mengasarinya dan berkata kotor.walau begitu, juila sangat mencintai angya,dan setiap juila meminta putus kepada angya pasti angya berbuat tak sewajarnya, seperti ingin bunuh diri, atau menangis di depan juila
Juilapun masuk ke jentang menengah kejuruan(SMK) banyak laki-laki yang mendekatinya, banyak laki-laki yang sudah iya buat terpesona, tapi ia tak boleh melirik laki-laki manapun.
Sahabtnya pun membangunkannya bahwa angya tak pantas untuknya, pada saat itulah juila mengambil keputusan untuk meninggalkan angya dengan resiko apapun,
Saat itu juila sangat mersa kehilangan, tapi dia selalu belajar dan terus belajar untuk melupakannya,
Setahun berlalupun sekarang juila mengingatnya dan emnceritakan kepada saya dan saya tulis saja dan akan saya lampirkan pada BLOG saya

Sayaa berteman dengan juila, sangat berrbeda tipis ya? Antara nama saya JULIA dan namanya  “juila”
Pengalaman cintanya

SABAR MENGHADAPI UJIAN HIDUP




Image
Ketahuilah, ujian dan cobaan di dunia merupakan sebuah keharusan, siapa pun tidak bisa terlepas darinya. Bahkan, itulah warna-warni kehidupan. Kesabaran dalam menghadapi ujian dan cobaan merupakan tanda kebenaran dan kejujuran iman seseorang kepada Allah SWT
Sesungguhnya ujian dan cobaan yang datang bertubi-tubi menerpa hidup manusia merupakan satu ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla. Tidak satu pun diantara kita yang mampu menghalau ketentuan tersebut.
Keimanan, keyakinan, tawakkal dan kesabaran yang kokoh amatlah sangat kita butuhkan dalam menghadapi badai cobaan yang menerpa. Sehingga tidak menjadikan diri kita berburuk sangka kepada Allah SWT terhadap segala Ketentuan-Nya.
Oleh karena itu, dalam keadaan apapun, kita sebagai hamba yang beriman kepada Allah SWT harus senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Dan haruslah diyakini bahwa tidaklah Allah menurunkan berbagai musibah melainkan sebagai ujian atas keimanan yang kita miliki. Allah sebagaimana tertulisa dalam firman-Nya  :  “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk ke dalam surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam goncangan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang bersamanya : Bilakah datang pertolongan Allah? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah amatlah dekat.” (QS. Al Baqarah : 214)
Kesabaran merupakan perkara yang amat dicintai oleh Allah dan sangat dibutuhkan seorang muslim dalam menghadapi ujian atau cobaan yang dialaminya. Sebagaimana dalam firman-Nya :   “…Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Al Imran : 146)
 Macam-Macam Kesabaran

Ibnul Qoyyim mengatakan dalam Madarijus Salikin : “Sabar adalah menahan jiwa dari keluh kesah dan marah, menahan lisan dari mengeluh serta menahan anggota badan dari berbuat tasywisy (tidak lurus). Sabar ada tiga macam, yaitu sabar dalam berbuat ketaatan kepada Allah, sabar dari maksiat, dan sabar dari cobaan Allah.”
Tingkatan sabar :
1. Sabar dari meninggalkan kemaksiatan karena takut ancaman Allah, Kita harus selalu berada dalam keimanan dan meninggalkan perkara yang diharamkan. Yang lebih baik lagi adalah,  sabar dari meninggalkan kemaksiatan karena malu kepada Allah. Apabila kita mampu muraqabah (meyakini dan merasakan Allah sedang melihat dan mengawasi kita)  maka sudah seharusnya kita malu melakukan maksiat, karena kita menyadari bahwa Allah SWT selalu melihat apa yang kita kerjakan. Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya, di surah Al Hadid ayat 4 ” …….. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”
2. Tingkatan sabar yang kedua adalah sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah,  dengan terus-menerus melaksanakannya, memelihara keikhlasan dalam mengerjakannya dan memperbaikinya. Dalam menjalankan ketaatan, tujuannya hanya agar amal ibadah  yang dilakukan diterima Allah, tujuannya semata-mata ikhlas karena Allah SWT.
 Ada Beberapa Hal Yang Akan Menuntun Seorang Hamba Untuk Bisa Sabar Dalam Menghadapi Ujian Dan Cobaan, Sebagai Berikut :
1. Sebaiknya kita merenungkan dosa-dosa yang telah kita lakukan. Dan Allah menimpakan ujian atau musibah-musibah tersebut mungkin  disebabkan dosa-dosa kita . Sebagaimana firman Allah SWT :     “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Asy Syuro : 30).
 Apabila seorang hamba menyadari bahwa musibah-musibah yang menimpa disebabkan oleh dosa-dosanya. Maka dia akan segera bertaubat dan meminta ampun kepada Allah dari dosa-dosa yang telah dilakukannya
Dan Nabi Muhammad saw bersabda:  “Tak seorang muslim pun yang ditimpa  gangguan semisal tusukan duri atau yang lebih berat daripadanya, melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta menggugurkan dosa-dosanya sebagaimana pohon kayu yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim). Jadi ujian dan cobaan, bisa sebagai penggugur dosa-dosa kita dan juga untuk mengangkat kita ke derajat keimanan yang lebih tinggi.
2.. Kita harus menyakini dengan seyakin-yakinnya, bahwa Allah selalu ada bersama kita. Dan Allah telah memberikan jaminan untuk kita dalam surah Al Baqarah ayat 286, bahwa ” Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.     Dan Allah cinta dan ridha kepada orang yang sabar.  Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya sbb:    dan sabarlah sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS Al Anfal : 46)   Dan Firman-Nya :     “…Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS.Al Imran : 146)
Bersabarlah maka kita akan melihat betapa dekatnya kelapangan
Barangsiapa yang muraqabah (merasa  diawasi) Allah dalam seluruh urusan, ia akan menjadi hamba Allah yang sabar dan berhasil melalui ujian apapun dalam hidupnya.  Kesabaran yang didapatkan ini, berdasarkan pada petunjuk Allah dalam Al Quran,  surah At Thur ayat 48  : Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri”    Dan ketahuilah, bahwa barangsiapa yang mengharapkan Allah, maka   Allah akan ada dimana dia mengharap.
3. Kita harus mengetahui bahwa jika kita bersabar, maka akan mendatangkan ridha Allah, karena ridha Allah SWT, terdapat dalam kesabaran kita, terhadap segala ujian dan ketentuan takdir-Nya, yang kurang kita sukai.
Keutamaan Sabar
 Sabar memiliki kedudukan tinggi yang mulia dalam agama Islam. Oleh karena itu, Al Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa sabar setengah dari keimanan dan setengahnya lagi adalah syukur. Lebih jelasnya, akan diuraikan beberapa penyebutan ash-shabr dalam Al Qur’an dengan uraian yang ringkas sebagai berikut:
1. Sabar Merupakan Perintah Mulia Dari Rabb Yang Maha Mulia
Allah SWT berfirman :  “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,..” (QS. Al-Baqarah: 153)
dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:  “Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu,..…” (QS.Ali Imran: 200)
Konteks (kandungan) dari kedua ayat diatas menerangkan bahwa sabar merupakan perintah dari Allah SWT. Sabar termasuk ibadah dari ibadah-ibadah yang Allah wajibkan kepada hamba-Nya. Terlebih lagi, Allah SWT kuatkan perintah sabar tersebut dalam ayat yang kedua. Barangsiapa yang memenuhi kewajiban itu, berarti ia telah menduduki derajat yang tinggi di sisi Allah SWT
2. Pujian Allah SWT Terhadap Orang-Orang Yang sabar
Allah SWT memuji mereka sebagai orang-orang yang benar dalam keimanannya. Sebagaimana firman-Nya: “….. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang yang benar (imannya). Dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 177)
Dalam kitab Madarijus Salikin 2/152 Al Imam Ibnul Qayyim, mengutarakan bahwa ayat yang seperti ini banyak terdapat dalam Al Qur’an. Sehingga keberadaan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah adalah benar-benar menjadi barometer keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
 3. Mendapat Kecintaan Dari Allah SWT
Semua orang yang beriman berharap menjadi golongan orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT.  Dan Allah mengabarkan kepada hamba-Nya bahwa golongan yang mendapatkan kecintaan-Nya adalah orang-orang yang sabar terhadap ujian dan cobaan dari-Nya. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya
“…….., dan Allah itu menyukai/mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146)
.Dan Allah selalu bersama orang-orang yang sabar, seperti tertulis dalam firman-Nya:  “…..…dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)
Yang dimaksud dengan Allah bersama orang-orang yang sabar adalah penjagaan dan pertolongan Allah SWT selalu menyertai orang-orang yang sabar.  Sebagaimana pula diterangkan dalam hadits berikut ini:
“Ketahuilah olehmu! Bahwasannya datangnya pertolongan itu bersama dengan kesabaran.” (HR. At Tirmidzi, dari shahabat Ibnu ‘Abbas ra)
4.. Shalawat, Rahmat dan Hidayah Bersama Orang Yang Sabar
Allah SWT senantiasa mencurahkan shalawat, rahmat dan hidayah-Nya kepada orang-orang yang sabar. Karena jika mereka ditimpa ujian dan cobaan dari Allah mereka kembalikan urusannya kepada Sang Pencipta, yang memilikinya.
 Sifat mulia yang dimiliki orang yang sabar ini dikisahkan oleh Allah dalam firman-Nya disurah Al Baqarah, ayat 156-157 :  “orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (esungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya-lah kami kembal). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Atas dasar ini, bila kita ditimpa musibah baik besar maupun kecil, dianjurkan mengucapkan kalimat ini, dan ini yang dinamakan dengan kalimat istirja’ (pernyataan kembali kepada Allah SWT). Kalimat istirja’ akan lebih sempurna lagi jika ditambah setelahnya dengan do’a yang diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad saw  sebagai berikut :“Ya Allah, berilah ganjaran atas musibah yang menimpaku dan gantilah musibah itu yang lebih baik bagiku.”
Barangsiapa yang membaca kalimat istirja’ dan berdo’a dengan do’a di atas niscaya Allah SWTakan menggantikan musibah yang menimpanya dengan sesuatu yang lebih baik. (Hadits riwayat Al Imam Muslim 3/918 dari shahabiyah Ummu Salamah.)
 Suatu ketika Ummu Salamah ditinggal suaminya Abu Salamah yang mati syahid di medan perang (jihad). Kemudian beliau mengucapkan do’a ini, sehingga Allah SWT memenuhi janji-Nya dengan memberikan pendamping (jodoh) baginya dengan sebaik-baik pendamping yaitu Rasulullah saw. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengingkari janji-Nya.
5.. Mendapatkan Ganjaran Yang Lebih Baik Dari Amalannya
Allah SWT memberikan ganjaran bagi orang yang sabar melebihi usaha atau amalan yang ia lakukan. Sebagaimana firman-Nya :
“……Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.  “ (An Nahl: 126)
Dalam ayat lainnya, Allah SWT menjanjikan akan memberikan jaminan kepada orang yang sabar dengan ganjaran tanpa hisab (tanpa batas). Sebagaimana firman-Nya :  “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.    (Az Zumar: 10)
6.. Mendapat Ampunan Dari Allah SWT
 Selain Allah memberikan ganjaran yang lebih baik dari amalannya kepada orang yang sabar, Allah juga memberikan ampunan kepada mereka. Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya : ”kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar”. (Hud: 11)
Dari ‘Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah saw bersabda:  “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seorang muslim, melainkan Allah SWT telah menghapus dengan musibah itu dosanya. Meskipun musibah itu adalah duri yang menusuk dirinya.” (HR. Al-Bukhari no. 3405 dan Muslim 140-141/1062)
7.. Mendapat Martabat Tinggi Di Dalam Surga
Anugerah yang lebih besar bagi orang-orang yang sabar adalah berhak mendapatkan martabat yang tinggi dalam Surga. Allah SWT berfirman : “Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. (Al Furqaan: 75)
8.. Sabar Adalah Jalan Terbaik
Semua uraian di atas menunjukkan bahwa sabar ialah jalan yang terbaik bagi siapa saja yang menginginkan kebaikan dunia dan akhiratnya.
Dari shahabat Shuhaib bin Sinan, Rasulullah saw bersabda :
“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin, sungguh semua urusannya baik baginya, yang demikian itu tidaklah dimiliki seorang pun kecuali hanya orang yang beriman. Jika mendapat kebaikan (kemudian) ia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya, dan jika keburukan menimpanya (kemudian) ia bersabar, maka itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)
Setiap amalan akan diketahui pahalanya kecuali kesabaran, karena pahala kesabaran itu, tanpa batas. Sebagaimana firman Allah SWT  “Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan ganjaran/pahala  mereka tanpa batas.” (Az Zumar: 10)
Coba kita renungkan, bukankah kita selalu mampu untuk bisa sabar dalam menerima ujian-Nya yang berupa nikmat hidup? Maka sudah seharusnya kita juga harus bisa sabar dalam menerima unjian-Nya yang berupa kehilangan nikmat hidup, istilahnya, jangan mau terima yang enak-enak saja.

Tips Menjadi Wanita Muslimah Cantik Nan Cerdas


-Setiap wanita adalah cantik.
Dia terlahir indah dan telah menjadi
fitrahnya untuk mencintai keindahan.

Wanitapun juga suka
melakukan banyak hal agar pesona kecantikannya semakin
terpancar.

Namun tahukah kita jika betapapun tingginya nilai
kecantikan itu, tetap akan terasa hambar jika sebuah kecerdasan
tidak diusahakan untuk dimilikinya?
Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka
siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak
atasnya.

Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya,
maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh
makhluk disekelilingnya.

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog
atau berbicara, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari
dirinya, yang kemudian berganti dengan julukan penggosip dan
atau perempuan kasar.

Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam
kesehariannya, maka tidak akan ada pula kecantikan yang
terpancar atas predikatnya sebagai seorang wanita.

Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya
ingatnya atas sesuatu, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan
akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk
menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya
yang memang indah dan pantas untuk dihormati.

Begitupun halnya dengan sebuah kecantikan.
Kecantikan yang
utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang
wanita memoles muka, menuturkan bahasa dan atau
menempatkan diri dalam pergaulannya.

Namun kecantikan yang
sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan
kehormatannya.
Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam
menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata'ala.

Jika hal tersebut dipenuhinya, maka kecantikan yang ada padanya
tidak akan menjadi santapan liar laki- laki yang hanya melihat
wanita tersebut dengan nafsu.
Atau dengan kata lain wanita
tersebut tidak akan hanya dibutuhkan oleh lelaki sebagai obyek
yang hanya dilihat, dipikat, disikat, lalu ditinggal minggat, tetapi
benar benar punya kelas dan partner handal untuk diajak
berdebat.

Jadi, kecantikan dan kecerdasan bukanlah dua sisi yang harus
dipilih namun harus digabungkan.
Hal ini karena jika dua pesona
itu bergabung dalam diri wanita, tentu saja hal itu akan
menjadikan makhluk indah bernama wanita, terlihat semakin
indah.

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian
halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan
dalam diri wanita.
Namun percayalah, bahwa wanita yang
mengusahakan agar kecerdasan dan kecantikan itu selalu ada
dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih, dan akan nyaris
mendekati sempurna.

Menjadi Muslimah Cantik Nan Cerdas


Setiap wanita adalah cantik. Dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan. Wanitapun juga suka melakukan banyak hal agar pesona kecantikannya semakin terpancar. Namun tahukah kita jika betapapun tingginya nilai kecantikan itu, tetap akan terasa hambar jika sebuah kecerdasan tidak diusahakan untuk dimilikinya?

Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya.
Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk disekelilingnya.

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan julukan penggosip dan atau perempuan kasar.

Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak akan ada pula kecantikan yang terpancar atas predikatnya sebagai seorang wanita.
Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya atas sesuatu, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati.
Begitupun halnya dengan sebuah kecantikan. Kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya. Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya. Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata'ala.
Jika hal tersebut dipenuhinya, maka kecantikan yang ada padanya tidak akan menjadi santapan liar laki- laki yang hanya melihat wanita tersebut dengan nafsu. Atau dengan kata lain wanita tersebut tidak akan hanya dibutuhkan oleh lelaki sebagai obyek yang hanya dilihat, dipikat, disikat, lalu ditinggal minggat, tetapi benar benar punya kelas dan partner handal untuk diajak berdebat.

Jadi, kecantikan dan kecerdasan bukanlah dua sisi yang harus dipilih namun harus digabungkan. Hal ini karena jika dua pesona itu bergabung dalam diri wanita, tentu saja hal itu akan menjadikan makhluk indah bernama wanita, terlihat semakin indah.

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan dalam diri wanita. Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar kecerdasan dan kecantikan itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih, dan akan nyaris mendekati sempurna.
Selanjutnya, wanita seperti ini tentunya juga akan lebih mudah dipilih oleh laki- laki yang sholeh dari pada mereka yang hanya terlihat sibuk untuk tampil indah dengan rangkaian perhiasan bling bling di tubuhnya saja.

ARTI SEBUAH KEHIDUPAN UNTUK “DIA”


Dia lahir di tengah keluarga sederhana, dia menjalani hidupnya dengan sabar, dan dia terlalu polos untuk merasakan pahitnya dunia, kehidupan tak seindah yang dia fikirkan, dari mempunyai lingkungan yang selalu menfitnah, tapi dia selalu tegar, karna di sampingnya ada selslu ayahnya, ayah?? Dia mengangap ayahnya adalah malaikat yang harus menjaga dirinya sampai ia ajalnya dating, ekiunya biasa , tak pinter banget dan tak bodoh sekali, asmara?? Tak seindah teman”nya, dia mempunyai kekasih yang sangat membataskan aktifitasnya, pada saat itu, umurnya baru 15 th(SMP). Ibu? Ibunya wanita yang hebat, tak pernah ingin mengalah, tak ingin terkalahkan, selalu tegar, terkecuali “dia” sangat bertolak belakang, selalu mau tersakiti demi kebahagiaan orang lain, saudara? “Dia” mempunyai saudara banyak,”Dia adlah anak terahir(bungsu) penuh kehangatan, tapi terkadang menyala, hal itu pasti juga biasa di kehidupan kalian, selalu terjadi konflik

Sahabat? Pada waktu SMP “Dia” mempunyai sahabat” yang sangat menyayanginya, tapi tak semulus di fikirkan, “DIa” besahabat 5 orang, “dia” selalu di dengarkan oleh sahabat”nya, karna dya antara sahabat”nya, “dia” lah yang paling dewasa cara berfikir, salah satu sahabatnya ternyata seorang penghianat, “Dia” tak pernh berfikran negative,apalagi kepada sahabtnya sendiri, tapi ternyata? Dengan selalu “dia” berfikir sahabatnya tak akan berhianat malah berhianat secara terang”ngan, tapi, begitu indah hati seorang “Dia” iya tak pernah dendam walau dia merasa tersakiti, tapi kisah” itu sangat indah baginya, karna, “Dia berfikir, semua pebedaan itukah yang akan membuatnya semakin mengerti arti dunia. Dari sahabat yang ingin menang sendiri, sahabat yang keras kepala, sahabat yang pashion nable, samapai mempunyai sahabt yang selalu mengalah, sanagt bnyak pelajaran hidup yang telah ia temui.TUNGGU CERITA SELANJUTNYA YAH!!

 Tak sampai sana , ayah “Dia” sudah lama sakit”tan, sampai akhirnyapun sesuatu yang tak pernah “Dia” inginkan pun terjadi, pda saat kelas 3 SMP tgl 24 januari 2011 ayahnya meninggalkannya untuk selamanya,,. Dalam umur yang masih didikan seorang ayah akan mencari jati dirinya, malah membuatnya kehilangan jati dirinya, “Dia” tak kuasa menahan tangis yang ntah dari mana datangnya, “Dia” sangat merasa kehilangan, sangat merasa terpukul dengan kepergian ayahnya, ayah yang belum sempat  di buatnya menangis bahagia membuatnya semakin terpukul! Saat itu dia berfikir bahwa allah tak adil. Dia selalu menangis, dia merasa sudah tak ada lagi yang bisa di harapkan di dunia ini, beberapa tahun kemudian pun dia bisa berfikir untuk mungkin itu yang terbaik untuk kehidupannya,cobaan? Dari masalah kecil sampai besarpun iya jalani, walau dya tau itu sangat sakit dya selalu jalani tertatih tatih, namun iya tak sekuat dulu, dya tak seperkasa dulu dya mersa kehilangan kaki untuk melangkah ketika ayahnya pergi,, tap dy kan selalu mencoba untuk selali berthan demi masa depannya, terkadang dya menangis dan terus menangis dya menyangkan hidhup ini, terkadang putus asa itu dating tapi selalu dya tepis dengan kebahagiaan yang pasti akan dating pada hidupnya, dunia seperti tak berfihak kepadanya, yang dya harus melewati kelemahannya dan menerima kekurangannya, untuk seorang “DYA” berjuanglah saya yakin kau pasti bias untuk melewati rintangan ini terus berjuangg dan selalu semangat! Jangan pernah merasa sebdiri walau kau sedang sendiri karna kau masih mempunyai ALLAH dya, dia akan menjadi pengganti ayahmu, jangan pernah menangis lagi buatlah mala mini menjadi malam terahir tangisanmu, sudahi tangisam itu, jika kau merasa tak ada sahabat terbaikmu maka ingatlah ALLAH adalah sahabat terbaikmu, selalu bertahan di tengah kepedihan itu, buat dirimu bahagia di dunia ini, terlalu indah air mata itu untuk kau buang,, lupakan masa lalu yang pernah membuatmu kecewa.           

wanita muslim cerdas

Rasulullah saw bersabda,
“Sesungguhnya sebagian manusia ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kebaikan dan penutup berbagai kejahatan, serta ada yang menjadi kunci-kunci pembuka kejahatan dan penutup berbagai kebajikan. Berbahagialah orang-orang yang dijadikan Allah sebagai kunci-kunci pembuka kebaikan dan celakalah orang-orang yang dijadikan Allah sebagai kunci pembuka kejahatan.” (Silsilah Hadits shahih jilid tiga nomor 1332)

Dimulai dari sesuatu yang indah ketika kita membayangkan kesempurnaan seorang muslimah. Walaupun  banyak yang salah paham akan makna keindahan yang terpapar di dalamnya. Semua bisa merasakan dan bisa mengubah perasaan kita ketika melihat air mukanya yang penuh cahaya. Itulah keindahan seorang muslimah. Tidak semua harus sama dan seragam. Masing-masing dari mereka unik, penuh pesona yang berbeda. Seperti juga sang bunda khadijah ra yang keibuan, seorang perawan cerdas yang kritis penuh tanya, Aisyah ra; ada juga sang perkasa nusaibah ra. Dan banyak lagi bintang-bintang lain yang selalu memberikan cahayanya masing-masing.
Maksudnya di sini adalah ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjadi seorang muslimah tangguh. Tidak dengan harus sama profesinya, mengolah sesuatu yang sama dan di lahan yang sama pula, akan tetapi kesamaan dalam hal tujuan yang sebenarnya, yaitu mencari Ridho Allah swt.
Adapun cara untuk membangun semua itu:
1. Kekuatan ubudiyah.

Ketika hubungan kita dengan Allah swt sudah sedemikian kuatnya. Keikhlasan sudah menjadi keseharian kita maka akan terbentuk karakter yang kuat. Karakter yang muncul menjadi pribadi yang dinamis. Dalam diamnya dia menebar fikir dan dalam geraknya dia memotivasi orang lain. Dalam sedihnya dia menggugah dan dalam marahnya dia mengintrospeksi.
Demikian juga ketika kekuatan ubudiyah itu hadir dalam kemampuan memenej diri dan sekelilingnya. Hal itu akan menjadi kekuatan yang menginternalisasi. seperti, tepat dalam mengambil keputusan di saat yang sempit, itqon dalam mengerjakan sesuatu hingga masalah yang teknis operasional sekalipun.

Suatu ketika, datanglah seorang wanita dari Mesir untuk menemui Khalifah Umar bin Abdul Aziz, ia menanyakan istananya kepada orang-orang, lalu mereka menunjukkan rmhnya. Di rmh itu ia menjumpai seorang wanita yang duduk di sebuah tikar yang bertambal, dan mengenakan pakaian yang sudah usang. Juga melihat seorang laki-laki yang kedua tangannya belepotan tanah karena memperbaiki dinding rmh. Wanita itu sangat kaget dan tercengang ketika mengetahui

bahwa wanita yang duduk di lantai itu adalah istri Amirul Mukminin, Fathimah binti Abdul Malik. Ya, dia yang dulu hidup bermewah-mewah bahkan terkadang ia terlambat shalat berjamaah hanya karena lama saat menata rambutnya saja, sekarang berbalik melepaskan belenggu kenikmatan semu itu untuk sebuah amanah yang berat. Kalau bukan karena kekuatan ubudiyahnya tidak akan mau terlepaskan dari semua itu. Lihat juga laki-laki yang belepotan tanah kedua tangannya, dia adalah amirul mukminin yang sedang memperbaiki dinding rumahnya.

Jadi sekali lagi ketika hubungan kita sudah baik dengan Allahswt, takkan ada lagi rona yang bisa membuat kita terlihat gagap ketika keadaan tiba2 berubah. Baik dalam keadaan sempit maupun lapang. Tetap pesona itu akan selalu terlihat ada.

2. Wawasan yang luas.
Untuk menjadi lentera yang bisa memberikan sinar bagi orang lain kita perlu bekal. Kekuatan tsaqofah adalah kemampuan kita untuk memberi tentang berbagai pengetahuan asasi, sebab-akibat dan hikmah dari setiap persoalan. Tanpa banyak membaca mustahil kita bisa memberi cahaya. Ilmu yang bermanfaat adalah amunisi utama bagi muslimah tangguh. Mohonlah kepada Allah agar membimbing kita dalam menuntut ilmu dan gemar membaca. Sebab, siapa yang mendekatkan diri kepada Allah maka ia akan bersamanya dengan ilmuNya. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah dalam hadits Qudsi,”Apabila seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatkan padanya sehasta. Apabila ia mendekatkan diri kepadaKu sehasta, maka aku akan mendekat padanya sedepa. Dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekat kepadanya dengan berlari kecil.”
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, ” Sebagaimana Allah memiliki malaikat malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan hujan, Ia juga memiliki malaikat malaikat yang diberi tugas untuk mengurusi masalah ilmu dan petunjuk dan itu merupakan rezeki bagi hati dan makanannya adalah untuk badan.”
Oleh karena itu, mohonlah taufik kepada Allah ketika hendak membaca, tentu kita akan mendapatiNya amat dekat dan mengabulkan setiap permohonan kita sehingga lapanglah semua jalan kebaikan kepada kita.

3. Tekun dalam spesialisasi
Dalam teori Multiple intelejen ada 8 kecerdasan yang bisa kita asah, dan tidak harus semua itu ada dalam satu orang. Walaupun dalam hitungan ambang batas setiap orang bisa mengasahnya. Ada yang bisa menjadi penulis untuk nasyrul fikroh dalam tataran yang lebih luas. Ada yang bisa menjadi politisi, cendikiawan yang aktif meneliti, dan lain sebagainya. Semua perlu spesialisasi di jalurnya masing-masing agar makin indah bertebaran di luar sana. Tanpa spesialisasi akan susah untuk kita menemukan jawaban dari berbagai masalah. Ketika banyak kaum ibu yang butuh tambahan penghasilan karena kurangnya uang belanja dari suami dan juga adanya waktu yang berlebih, maka dibutuhkan sosok enterpreuneur muslimah yang mempunyai kafaah dalam berdagang, dan juga mengelola sdm untuk industri rumahan yang bisa memanfaatkan tenaga dan waktu luang para ibu rumah tangga tersebut. Ketika isu hari bumi sedunia kita butuh muslimah yang paham ilmu lingkungan dan juga ketika ada masalah trafficking terhadap perempuan kita butuh sarjana hukum yang bisa mengerti seluk beluk persoalan.

Jika kita mencoba mengkaitkan Dengan teori kecerdasan majemuk, searing muslimah mengembangkan dirinyap sesuai dengan jenis kecerdasannya:

1. Muslimah Cerdas Bahasa (linguistik)
Berfikir melalui kata-kata. Muslimah seperti ini bisa menebarkan pemikirannya dalam bentuk tulisan. Ada juga yang bisa lebih menajamkannya dalam bentuk merangkum permasalahan yang sudah didiskusikan. Kalau dalam organisasi bisa di tempatkan di litbang atau Think Tank organisasi tersebut.

2. Muslimah Cerdas Matematis-Logika
Cara berfikir: melalui penalaran. Cendiakiawan yang punya fikroh keislaman yang baik akan lebih bermanfaat. Mereka menebar ilmunya yang tak akan habis jika digunakan dalam rangka perbaikan umat. Muslimah seperti ini akan selalu dinanti potensinya.

3. Muslimah Cerdas Spesial
Cara berfikir: melalui kesan dan gambar. Kegemaran: mendesain, menggambar, mebayangkan, mencoret-coret. Untuk mentransfer ide dan kebutuhan pengelolaan dokumentasi seseorang atau organisasi, atau pengetahuan secara luas dibutuhkan kerja-kerja seni untuk menghidupkan penyampaiannya. Biasanya muslimah seperti ini kreatif sekali.

4.Muslimah Cerdas Kinestetis-jasmani
Cara berfikir: melalui sensasi somatis. Zaman shahabiyah para muslimah telah terdidik jasmaninya untuk lebih dioptimalkan agar bisa mengemban amanah dakwah yang sangat cepat konstelasinya. Ada Asma binti abu bakar ra yang kuat sekali turun naik gunung membantu rasulullah dan ayahanda tercinta. Nusaibah di medan perang. Akhwat Muslimah tidak boleh terlihat lemas, pasca melahirkan tidak boleh dijadikan alasan untuk menjadi kelebihan berat badan. Fisik yang kuat menjadikan anak-anak yang kita lahirkan lebih berkualitas. Muslimah seperti ini juga mampu mengelola pemainan fisik seperti drama, pengalaman yg berhubungan dengan indera peraba (tactile experiences), bengkel/mekanik, praktek (hands-on learning).

5. Muslimah Cerdas Musikal
Cara berfikir: melalui irama dan metode.

6. Muslimah Cerdas Interpersonal
Cara berfikir: dengan cara melemparkan gagasan kepada orang lain. Kegemaran memimpin, mengorganisasi, menghubungkan, menebarkan pengaruh, menjadi mediator. Cocok sekali untuk membangun jaringan yang lebih luas. Pertemuan sosial, dagang, dll.

7. Muslimah Cerdas Intrapersonal
Cara berfikir: berhubungan dengan kebutuhan, perasaan, cita-citanya. Proyek individualnya akan selalu jadi bahan perenungannya.

8. Muslimah Cerdas Naturalis
Cara berfikir: melalui alam dan pemandangan alam. Mereka selalu peduli akan lingkungan. Kegiatan eco living yang akan menjadi kesehariannya. Cocok sekali jika menjadi motivator untuk go green.

Keindahan itu akan terangkai utuh ketika semua berjalan beriring satu tujuan.

4. Kemampuan untuk berjejaring.
Berjalanlah dengan seimbang. Sepanjang jalan ketika hidup di dunia ini kita perlu untuk memadukan secara utuh amal-amal yang bersifat ubudiyah dan muamalah secara baik. Ketika kita terlalu fokus untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan di waktu yang sama kita lupa peran sosial kita dalam bermuamalah terhadap makhluknya maka akan kita rasakan ketimpangan dalam wujud jafaaf ruuhi (kegersangan ruhani) begitu juga dalam keadaan sebaliknya. Jadilah manusia yang hidup dalam keseimbangan sebab itu melapangkan jalan.
Ketika marak sosial media di dunia maya. Sontak tak luput di belahan bumi manapun semua merasakan syok sosial karena memang pada dasarnya manusia butuh untuk bersosialisasi dan berekspresi. Walaupun dalam batas tertentu ada hal-hal yang semestinya tetap harus dijaga. Apalagi sebagai seorang muslimah. Maksudnya disini penting sekali kita mampu untuk berjejaring agar jangkauan kita semakin luas dan akhirnya semakin banyak yang ikut membantu kita menyebarkan kebaikan. Tapi sekali lagi ada adab yang harus kita jaga; bukan untuk popularitas pribadi,
Dari Abu Imran Al Jauny, bahwa Abu Bakar as Shiddiq radhiyallahu’anhu berkata, “Aku ingin sekiranya aku ini hanya sehelai rambut di sisi hamba yang mukmin.” Ungkapan itu tersirat makna kezuhudan seorang shahabat sekaliber Abu Bakar yang tidak ingin merasa lebih dari sesama hamba yang mukmin.
Jadi alangkah indahnya pribadi yang zuhud akan tampak terlihat di dalam keseharian pergaulan seorang muslimah. Bukan menjadi pribadi yang ingin selalu lebih di sisi yang hamba mukmin yang lain. Bermuamalahlah dengan cinta, lapangkan dada dalam keadaan dipuji maupun di hina. Genggam dunia di tangan kita letakkan kecintaan kampung akhirat di dada kita.

Semakin paripurna jika semua berpadu dalam sosok muslimah yang menjadi dambaan umat. Tunggulah sebentar lagi kiprah-kiprah mereka yang luar biasa. Menerangi setiap kegelapan yang ada di belantara dunia yang fana.

HARUS MENERIMA PAHITNYA KENYATAAN


HARUS MENERIMA PAHITNYA KENYATAAN
Tak ada alasan untuk melabrak orang yang menyakitiku, walau ku tau saat ini terlalu banyak detita yang ku rasakan, aku akan selalu bersabar menrima kenyataan ini, mungkin\/ tampang ku terlalu arogan? Nakal? Munafik .. sehingga orang selalu beranggapan negative tentang ku, sejujurnya aku benci, aku malah tertuduh di saat aku tak pernah melakukan apappun “terkadang aku berdo’a,, TUHAN beri aku kelicikan, sehingga ketika aku di anggap begitu, aku tak mudah menangis, aku terlalu lemah y allah menerima kenyataan yang saaangat jauh banding terbalik dengan rasa yang ku alami” , tapi mungkin ini adalah takdir yang harus ku terima, aku paling tak suka “melihat orang SOK tau tentang orang sedangkan dy hanya seksedar melihat tampangnya”, coba dulu lah,, perbaiki dirinya, lihat dengan seksama dirinya? Aapakah dirinya sempurna?? Mungkin hak mereka untuk berbicara, tapi sedikit tidaknya berfikir, lihat dirimu dulu baru melihat orang, kau a=saja belum tentu lebih baik dari diorinya, selalu itu yang aku katakana ketika, teman ku sahabatku, saudaraku, bahkan orang tua ku karena begitu,, aku tak suka orang membicarakan orang lain “ orang yang sempurna? Orang yang indah, tak akan pernah mengurus seseorang karna dy mengerti, tak ada waktu untuk mengurus orang lain. Dan aku juga mengerti, “orang yang menceritakan orang banyak tentang kejelekan seseorang, itu namanya dia sirik!”
Hari ini tanggal 07/05/2013 aku benar-benar geram
Dasar mereka yang hanya bias mengurus orang. Aku benci, aku murka, KAMU yang mengomongkan orang lain. DASAR ORANG YANG TAK PUNYA KEPINTARAN! 
                                                                                                            By.julia hikmah
                                                                                                                                    05/07/1995


 

Feedjit

Featured Posts

lihat lebih banyak animasi klub bergerak